Senin, 28 April 2014

7 Hari Berlalu_

Ingin rasanya aku lupa semuanya,
lupa aku pernah mengenalmu,
lupa aku pernah mencintaimu
Bodohnya aku mempunyai hubungan yang akhirnya seperti ini,
Aku telah kau buat sakit hati
Menderita karena pernah mencintai kamu,
Kau memang tak seperti yang dulu,
Kau memang sudah tang snaggup setia,
Ke emang menangis bersedih ditinggalkan kamu,

Sakitku

Ketika hidup mulai di uji,
Ketika orang yang disayangi meninggalkanku.
Orang pertama yang aku sayang dan meninggalknku adlah IBU_
semoga semua amalmu diterima disisi Allah SWT,
Aminn...
orang k-2 adalah calon imamku,
Ketika aku sudah memberikan semua yang kamu inginkan,
Ketika tak ada satupun yang peduli denganku,
Ketika kau aku jadikan tumpuan dalam hidupku,
Ketika kau adalah orang satu-satunya yang ada dihatiku,

Tak ku sangka kamu ada di depanku bermain cinta
Terang saja terliat di mataku
Kau peluk dia jelas di depanku
Apa kamu lupa pengorbananku?
Kamu terlalu jahat
Perlakukan diriku sekejam itu
Kini aku akan hanya bisa bangkit
mau membuktikan bahwa aku tak sakit
dengan segala cacian yang kau berikan,
Kini aku akan berusaha pantas berjalan, bergerak kedepan
Dan akan aku buktikan siapa diriku yang sebenarnya

Kamis, 17 Oktober 2013

Siklus Pencatatan Transaksi

kata pengantar

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Penulis menyadari bahwa tanpa dorongan dari semua pihak, maka penulisan makalah ini tidak akan lancar. Penulis menyadari bahwa penulisan Makalah ini masih jauh sekali dari sempurna, untuk itu penulis mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan dimasa yang akan datang.
Akhir kata semoga makalah ini dapat berguna bagi penulis  khususnya dan bagi pembaca yang berminat pada umumya.
      
        Pamekasan, 08 Oktober 2013
           

               Penulis

Daftar Isi
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I  PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B.  Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A. Siklus Pencatatan Transaksi pada Akuntansi
B. Bukti Transaksi
C. Pencatatan Dalam Jurnal
D. Pemindahabukuan Ke Buku Besar
BAB III PENUTUP
3.1 Penutup
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar belakang
Siklus Akutansi Adalah proses yg berjalan terus dan berulang kembali mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan.
Bila digambarkan dapat dilihat sebagai berikut.
Transaksi --> Pencatatan --> Penggolongan --> Pengikhtisaran --> Laporan Akuntansi --> Menganalisa dan Menginterprestasikan --> Pihak Pemakai ( Intern & Extern ).

B.  Rumusan Masalah
Dalam penulisan ini, penyusun membahas tentang bagaimana proses siklus pncatatan transaksi yang terjadi

C.  Tujuan
Dalam penyusunan ini, penyusun menggunakan metode studi kepustakaan, yakni membaca, memahami, dan membuat resume tentang siklus pencatatan transaksi


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Siklus Pencatatan Transaksi pada Akuntansi
Siklus Akutansi Adalah proses yg berjalan terus dan berulang kembali mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan. Siklus akutansi sendiri terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut .
Tahap Pencatatan :
1.      Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi.
2.      Pencatatan dalam jurnal (buku harian).
3.      Pemindahan-bukuan (posting) ke buku besar.
Tahap Pengikhtisaran :
4.      Pembuatan neraca saldo (trial balance)
5.      Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyesuaian (adjusment).
6.      Penyusunan laporan keuangan.
7.      Pembuatan jurnal penutup (closing entries)
8.      Pembuatan neraca saldo penutup (post closing trial balance)
9.      Pembuatan jurnal balik (reversing entries)

B.  Bukti Transaksi
Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah analisis bukti transaksi dan kejadian tertentu lainnya. Transaksi adalah setiap kejadian yang mengubah posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan atau lembaga. Transaksi-transaksi tersebut seperti transaksi penjualan, pembelian, transaksi-transaksi mengenai biaya dan hubungannya dengan bank di catat dalam bukti formil kemudian dikumpulkan secara sistematis sebagai dasar pencatatan selanjutnya
Setiap transaksi perlu ada buktinya. Kegunaan bukti transaksi adalah untuk memastikan ke habsahan transaksi yg di catat. bukti-bukti yg di buat dan di sediakan oleh perusahaan sendiri di sebut bukti intern,bukti-bukti yg berasal dari luar perusahaan di sebut bukti ekstern. Pencatatan transaksi tersebut merupakan dasar penyususnan laporan keuangan. Suatu transaksi dapat dicatat dalam akuntansi apabila transaksi tersebut dapat dinilai dengan uang. Misalnya, pembelian barang baik secara tunai maupun kredit.
Sumber bukti pencatatan dapat dibedakan menjadi seperti di bawah ini :
Ä Bukti intern merupakan bukti pencatatan transaksi yang dilakukan di lingkungan perusahaan itu sendiri. Misalnya, memo pencatatan antar bagian atau manager dengan bagian – bagian yang ada di perusahaan.
Ä Bukti ekstern adalah bukti pencatatan transaksi yang berhubungan dengan pihak di luar perusahaan. Misalnya, bukti pengeluaran kas, faktur pembelian / penjualan dan pembayaran upah, nota, kwitans, nota kredit dan cek,

C.  Pencatatan Dalam Jurnal
Setelah mendokumenkan bukti transaksi, langkah selanjutnya adalah mencatat transaksi dalam buku harian atau jurnal. Buku–buku harian tersebut minimal terdiri dari buku kas, buku penjualan, dan buku pembelian. Buku jurnal adalah media untuk mencatat transaksi secara kronologis (urut waktu).
Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar
  a)      Jurnal Umum. Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Contoh Jurnal Umum :
Tanggal
Keterangan/Akun
Ref
Debet
Kredit



















  b)      Jurnal khusus. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:
  •  Jurnal penjualan (Sales Journal). Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit. Contoh Jurnal Penjualan : 
  • Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal). Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas. Contoh kolom Jurnal Penerimaan Kas : Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal). Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas. Contoh Jurnal Pengeluaran Kas :  
  • Jurnal Pembelian (Purchases Journal). Jurnal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit.  Contoh Jurnal Khusus Pembelian : 
 D.  Pemindahabukuan Ke Buku Besar
Setelah bukti transaksi dicatat dalam jurnal, tahap selanjutnya adalah memindahkan data yg terdapat dalam jurnal ke dalam akun-akun bersangkutan di buku besar. Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan. Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
Tahap ini di sebut pemindahanbukuan (posting)
Urutan yg harus di ikuti dalam menganalisis setiap transaksi adalah sebagai berikut :
  •   Tentukan jenis akun yg di pengaruhi oleh transaksi (akun aktiva,kewajiban,modal,pendapatan,atau beban). 
  • Tentukan akibat transaksi terhadap akun (bertambah atau berkurang)
  • Tentukan debit atau kredit atas akun yg di pengaruhi oleh transaksi.
  • Catatan debit atas kredit dalam jurnal umum.
Bentuk Akun Buku Besar T yang cukup lengkap berbentuk sebagai berikut:
Nama Rekening                      No. ………
Debet                                      Kredit
Tgl. 
Keterangan  
Ref. 
Jumlah  
Tgl. 
Keterangan  
Ref. 
Jumlah  

























 
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Siklus Akuntansi adalah suatu proses pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode tertentu. Dimulai dengan terjadinya transaksi transaksi yang dicatat dan dikumpulkan secara sistematis.
Transaksi-transaksi yang beranekaragam sifatnya, umumnya dicatat dalam bukti-bukti formil yang catatan-catatan selanjutnya.
Dari bukti-bukti asli tersebut kemudian diadakan dalam Buku Harian (jurnal) . Selanjutnya dipindahkan ke Buku Besar (Ledger). Pemindahan Buku Harian ke Buku Besar merupakan klasifikasi menurut sifat masing-masing transaksi dalam perkiraan-perkiraan. Disamping Buku Besar terdapat pula Tambahan (Sub Ledger) yang memperinci tiap gabungan dalam Buku Besar. Buku Tambahan ini antara lain Buku Piutang, Buku Hutang, Buku Persediaan, dan lain – lain.
Pada akhir tahun suatu masa (akhir tahun) atau akhir setengah tahun dari buku daftar kertas kerja (Work Sheet) yang memuat semua perkiraan dalam buku Besar. Kertas Kerja ini sekaligus dipakai untuk menyusun Perhitungan Laba-Rugi dan Neraca setelah diadakan pembetulan-pembetulan seperlunya dan pemindahan pos-poss tertentu yang disebut dengan penyesuaian (adjustment).Setelah Kertas Kerja selesai disusunlah Laporan Keuangan berupa Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Posisi Keuangan

B.  Saran
Demikian makalah yang dapat kami susun, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk pembelajaran kedepannya. Kami harap ada perbaikan lebih terhadap isi dan konten dari makalah ini,


DAFTAR PUSTAKA
Arvan . 2012 . “ Siklus Pencatatan Transaksi ”. http://arvanbones.blogspot.com/2012/10/siklus-pencatatan-transaksi.html. Diakses tanggal 08 Oktober 2013
BSI . 2013 . “ Siklus Akuntansi Tahap Pencatatan ” . http://mahasiswabsi-blog.blogspot.com/2013/04/siklus-akuntansi-tahap-pencatatan.html. Diakses tanggal 08 Oktober 2013
Raharja, Dian . 2013 . : ” Memahami Langkah-Langkah dalam Proses Pencatatan (Akuntansi)“. http://banten-blogger.blogspot.com/2013/02/memahami-langkah-langkah-dalam-proses.html#chitika_close_button. Diakses tanggal 08 Oktober 2013
Wahyudi . 2011 . “ Siklus Atau Proses Pencatatan Akuntansi “ . http://wahyudialifkecil.blogspot.com/2011/06/siklus-atau-proses-pencatatan-akuntansi.html Diakses tanggal 08 Oktober 2013



Siklus Pengeluaran Pembelian Dan Pengeluaran kas


MAKALAH
" Siklus Pengeluaran Pembelian Dan Pengeluaran kas "


KATA PENGANTAR

            Syukur  alhamdulillah penulis panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada penulis sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Siklus Pengeluaran Pembelian Dan Pengeluaran Kas ”. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Fakultas Ekonomi Universitas Islam Madura.
     Penulis menyadari bahwa keberhasilan penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantan semua pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
     Dalam penulisan makalah ini  penulis juga menyadari bahwa terdapat banyak kekurangan. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan dari pembaca agar kami dapat  memberikan yang lebih baik untuk yang selanjutnya. Semoga laporan ini dapat memberi manfaat yang berkelanjutan bagi pembaca ataupun penulis. Amien ...

                                                   Pamekasan, 06 Oktober 2013
                                                              
                                                  
Penulis



Daftar Isi

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
Bab II Pembahasan
Aktivitas Bisnis Siklus Pengeluaran 
2.2  Sistem Pemrosesan Pembelian 
2.3  Tujuan Pengendalian, Ancaman, Dan Prosedur 
2.4  Fungsi-Fungsi Terkait Dalam Transaksi Siklus Pengeluaran 
2.5  Ancaman Dan Pengendalian Dalam Siklus Pengeluaran
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Penggunaan pengetahuan tentang bisnis dan industri klien untuk membahas materialitas, menilai risiko inheren, melaksanakan prosedur analitis, dan menilai risiko prosedur analitis untuk siklus pengeluaran.
Pemahaman aspek-aspek pengendalian internal dan penilaian risiko pengendalian untuk siklus pengeluaran. Penekanan dalam bagian ini akan ditujukan pada pengendalian manajemen dan pengendalian terprogram. Perancangan pengujian substantif rincian yang tepat untuk hutang usaha.

1.2.  Rumusan Masalah
Bagaimana Siklus Pengeluaran Pembelian Dan Pengeluaran Kas yang adala dalam proses SIA?

1.3.  Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui aktivitas yang terjadi didalam Siklus Pengeluaran Pembelian Dan Pengeluaran Kas



BAB II
PEMBAHASAN

Siklus pengeluaran (SIA) adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa
Tujuan utama siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi.

2.1    Aktivitas Bisnis Siklus Pengeluaran
Job Description Siklus Pengeluaran Kas :
a)    Pemasok
·         Memberikan daftar barang beserta harga kepada bagian pembelian.
·         Menyediakan barang yang diminta oleh perusahaan.
b)   Bagian Gudang
·         Mengecek barang yang telah habis di gudang
·         Membuat daftar barang yang telah habis di gudang untuk dilaporkan.
c)    Bagian Kas
·         Mengeluarkan sejumlah uang untuk keperluan atau kebutuhan perusahaan
d)   Bagian Pembukuan
·         Membuat laporan keuangan atas dasar pengeluaran kas yang telah dikeluarkan oleh perusahaan
Tiga aktivitas bisnis dalam siklus pengeluaran :
a)    Memesan barang, Perlengkapan, Dan Layanan
a. permintaan pembelian
b. membuat pesanan pembelian
c. meningkatkan efisiensi dan efektivitas
b)   Menerima Dan Menyimpan Barang, Perlengkapan Dan Layanan
Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama:
Æ Memutuskan apakah menerima pengiriman
Æ Memeriksa jumlah dan kualitas barang
c)    Membayar Barang, Perlengkapan Dan Layanan
a. Menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk dibayar
Bagian-bagian yang terkait dalam siklus pengeluaran kas adalah :
1.      Kasir
2.      Gudang
3.      Pemasok
4.      Pimpinan
Data-data yang dibutuhkan dan dihasilkan dari siklus pengeluaran kas :
1.      Nota Pembayaran
2.      Surat Pengajuan Kredit
3.      Data Barang yang diretur

2.2    Sistem Pemprosesan Pembelian
Langkah –langkah sistem pemrosesan pembelian adalah:
a)    Mengetahui kebutuhan untuk mengisi kembali stok persediaan melalui pengamatan terhadap catatan persediaan
b)   Proses pembelian menentukan kuantitas pesanan, memilih  pemasok, dan menyiapkan pesanan pembelian.
c)    Setelah satu periode waktu, perusahaan menerima item-item persediaan dari pemasok dan diperiksa untuk kualitas dan kuantitasnya dan dikirimkan ke toko ataupun gudang
d)   Informasi menerima bukti penerimaan persediaan digunakan untuk meng-update catatan persediaan
e)    Proses Utang dagang menerima faktur dari pemasok. UD merekonsiliasi dengan informasi transaksi dan catatan kewajiban tertentu untuk membayar di waktu tertentu di masa akan datang.
f)    Buku besar menerima rangkuman informasi dari utang dagang (kenaikan total kewajiban) dan kontrol persediaan (kenaikan total persediaan)
Prosedur Pengendalian secara umum yang terkait dengan siklus pengeluaran
Auditor harus memahami bagaimana kecenderungan kelima kategori prosedur pengendalian dalam operasi transaksi siklus pengeluaran ini. Kelima kategori tersebut antara lain :
a)    Adanya otorisasi yang memadai
b)   Adanya pemisahan tugas
c)    Adanya dokumen dan catatan akuntansi
d)   Adanya akses kea rah pengendalian
e)    Pengecekan yang di lakukan oleh personel yang independent

2.3    Tujuan Sistem Pengeluaran
a)      Menjamin barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan yang dibutuhkan.
b)      Menerima barang dalam kondisi baik.
c)      Mengamankan barang hingga dibutuhkan.
d)     Menentukan faktur yang berkaitan barang dan jasa dengan benar.
e)      Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran dengan tepat.
f)       Mengirimkan uang ke pemasosk yang tepat.
g)      Menjamin semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diijinkan.
h)      Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran kas dengan tepat dan akurat.

2.4    Fungsi-Fungsi Terkait Dalam Transaksi Siklus Pengeluaran
Nama Fungsi Unit Organisasi Pemegang Fungsi
1.    Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas. (misalnya untuk pembelian jasa dan untuk biaya perjalanan dinas), fungsi yang bersangkutan mengajukan permintaan cek kepada fungsi pencatatan utang. Permintaan cek ini harus mendapat persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan
2.    Fungsi pencatatan utang. Fungsi ini bertanggung jawab atas pembuatan bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi keuangan dalam mengeluarkan cek yang tercantum dalam dokumen tersebut. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi kelengkapan dan validitas dokumen pendukung yang dipakai sebagai dasar pembuatan bukti kas keluar
3.    Fungsi keuangan. Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab untuk mengisi cek, meminta otorisasi atas cek, dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur
4.    Fungsi akuntansi biaya. Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaa
5.    Fungsi akuntansi umum. Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek
6.    Fungsi audit intern. Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan perhitungan kas (cash count) secara periodik dan mencocokkan hasil perhitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi (akun kas dalam buku besar). Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan secara mendadak (surprised audit) terhadap saldo kas yang ada ditangan dan membuat rekonsiliasi bank secara periodik
7.    Fungsi penerimaan kas Bagian pemasaran atau bagian-bagian lain
- Bagian utang
- Bagian kasa
- Bagian akuntansi biaya
- Bagian akuntansi umum
- Bagian audit intern
- Bagian kasa

2.5    Ancaman Dan Pengendalian Dalam Siklus Pengeluaran
Proses /Aktivitas
Ancaman
Prosedur pengendalian yang dapat diterapkan
Pesan barang
Mencegah kehabisan atau kelebihan persediaan
Sistem pengendalian persediaan; Catt persediaan perpetual; teknologi kode garis; penghitungan persediaan secara periodik
Meminta barang yang tidak dibutuhkan
Catt persediaan perpetual yang akurat; persetujuan permintaan pembelian
Membeli dgn harga yang dinaikkan
Meminta penawaran kompetitif; gunakan pemasok yang disetujui; persetujuan pesanan pembelian; pengendalian anggaran
Membeli barang berkualitas rendah
Gunakan vendor yang disetujui; awasi kinerja vendor; pengendalian anggaran
Membeli dari pemasok yang tidak diotorisasi
Persetujuan pesanan pembelian; batasi akses ke file utama pemasok
Komisi (kickback)
Kebijakan; mintalah bag. Pembelian untuk mengungkapkan kepentingan financial dengan pemasok; audit vendor
Terima dan simpan barang
Menerima barang yang tidak dipesan
Minta bagian penerimaan untuk memverifikasi keberadaan pesanan pembelian yang valid
Membuat kesalahan dalam penghitungan
Dokumentasikan kinerja pegawai; insentif untuk penghitungan yang akurat
Mencuri persediaan
Pengendalian akses fisik; penghitungan periodic persediaan dan rekonsiliasi perhitungan fisik dengan catt; dokumentasikan semua kiriman persediaan
Setujui dan bayar faktur dari vendor
Gagal menagkap kesalahan dalam faktur dari vendor
Periksa kembali akurasi faktur; training bagi pegawai bag. Utang usaha
Membayar barang yang tidak diterima
Hanya membayar faktur yang didukung oleh laporan penerimaan asli
Gagal memanfaatkan diskon pembelian yang tersedia
Penyimpanan file yang tepat; anggaran arus kas
Membayar faktur yang sama 2x
Hanya membayar faktur yang didukung oleh bundle voucher asli
Kesalahan mencatat dan memasukkan data dalam utang usaha
Pengendalian edit berbagai entri data dan pemrosesan
menyalahgunakan kas, cek.
Batasi akses ke cek kosong, mesin penandatangan cek; pemisahan tugas antara bagian utang usaha dengan kasir; rekonsiliasi rek bank oleh orang yang independent dari proses pengeluaran kas; alat perlindungan cek termasuk positive pay.
Pengendalian umum
 Kehilangan data
Buat cadangan dan rencana pemulihan dari bencana; pengendalian akses fisik dan logis
Kinerja kurang baik
Pembuatan dan peninjauan ulang secara periodic; laporan kinerja yang memadai



BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
SIA Adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan kepada pihak eksternal (pajak, investor, kreditor) dan pihak internal ( manajemen, karyawan, pemilik)
Siklus ini mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk uang tunai. Siklus pengeluaran di perlukan untuk setiap Perusahaan karena mempunyai tujuan sebagai berikut yaitu: 1) Menjamin barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan yang dibutuhkan. 2) Menerima barang dalam kondisi baik. 3) Mengamankan barang hingga dibutuhkan. 4) Menentukan faktur yang berkaitan barang dan jasa dengan benar. 5) Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran dengan tepat. 6) Mengirimkan uang ke pemasosk yang tepat. 7) Menjamin semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diijinkan. 8) Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran kas dengan tepat dan akurat.

3.2    Saran
Demikian makalah yang dapat kami susun, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk pembelajaran kedepannya. Kami harap ada perbaikan lebih terhadap isi dan konten dari makalah ini,



DAFTAR PUSTAKA

Monica . 2012 . “ Siklus Pengeluaran Kas “. http://monicaganda.blogspot.com/2012/04/siklus-pengeluaran-kas.html. Diakses Tanggal 06 Oktober 2013
Priyo . 2011 . “ Siklus Pengeluaran Pembelian Dan Pengeluaran Kas “. priyohanweersyah.blogspot.com/2011/12/siklus-pengeluaran-pembelian-dan.html. Diakses Tanggal 06 Oktober 2013
Aldi . 2011 . “ Siklus Pendapatan Dan Penjualan Dan Pengeluaran Kas “. http://aldijibrillatief.blogspot.com/2010/11/siklus-pendapatan-penjualan-dan.html. Diakses Tanggal 06 Oktober 2013
Muzdalifah . 2011 . “ Siklus Pengeluaran Pembelian Dan Pengeluaran Kas “. http://craftivaa.blogspot.com/2011/11/siklus-pengeluaran-pembelian-dan.html. Diakses Tanggal 06 Oktober 2013
Yana . 2012 . “ sistem pengeluaran “ . http://yana-anggraini.blogspot.com/2012/09/sistem-pengeluaran-sia_14.html. Diakses Tanggal 06 Oktober 2013